Langsung ke konten utama

Self Reminder


Awal tujuan ku hijrah adalah karena setelah dewasa pikiranku sudah mulai terbuka dan mengerti bahwa berhijab itu wajib. Buat apa ? untuk melindungi orangtuaku kelak di akhirat. Namanya awal hijrah belum semuanya kutahu tentang agama. Dari hijrah inilah mendorongku untuk lebih dalam mempelajari Islam secara Kaffah. 

Namun,  dengan berkembangnya zaman yang modern ini. Sudut pandangku melihat sebagian wanita melakukan hijrah bukan semata-mata karena Tuhan. Melainkan ada tujuan lain dari hijrah mereka tersebut. Hal ini sampai menjadi pertanyaan besar dalam pikiranku. Lantas apa yang ada dalam benak mereka ketika memutuskan untuk berhijrah ? Disinilah pertanyaanku mencuap, bisa jadi ada beberapa faktor yang memanggil mereka untuk hijrah, yaitu :

First, hijrah karena ikut-ikutan. Dianggap menjadi trend, orang ramai-ramai berhijrah. Gaya berpakaian, cara berbicara, dan gesture mereka lebih agamis. Hijrah seolah telah menjadi lifestyle, bukan semata panggilan Tuhan. Motif ini berbahaya. Bayangkan, misalnya hijrah sudah tidak populer lagi. Bisa-bisa para pelakunya kembali seperti dulu. Dan apabila  itu terjadi maka benar-benar menandakan sudah dekatnya akhir zaman.

Second,  hijrah karena paksaan. Ini juga berbahaya. Contohnya, orang yang mengaku sudah berhijrah lalu seenaknya memaksa orang lain untuk berhijrah seperti dirinya. Hijrah bukan paksaan, tapi panggilan hati. Anggaplah hijrah sebagai pemurnian. Mereka yang melakukan pemaksaan menganggap dirinya lebih baik. Namun , ada hal yang tidak bisa dipungkiri bahwasanya adanya beberapa pendapat mengatakan dengan paksaan-paksaan tersebut dapat berubah menjadi keikhlasan. Yang pada intinya hijrah itu memang benar-benar tulus dari dalam hati jiwa seseorang bukan karena paksaan.

And the last,  hijrah demi mencari pujian. Nah, ini lebih parah lagi. Sudah jelas kemurniannya dirusak. Banyak orang berhijrah hanya agar dirinya dianggap baik, alim, agamis, dan layak diperhitungkan. Hijrah untuk mencari pujian, sama saja jual-beli dengan Tuhan. Karena hijrah adalah proses dimana nurani manusia lebih didekatkan kepada Sang Pencipta. Bukan untuk sebuah permainan duniawi yang mengundang banyak fitnah 

Oke millens. Tujuanku untuk menulis ini tidak lain dan tidak bukan ingin mencurahkan sedikit kegundahan dan kekesalan yang selalu datang dalam perasaanku. Dengan sikap dan tingkah laku sebagian para kaum hawa diluar sana. Dengan menulis ini pun, bukan berarti penulis lebih baik. Kita masih sama-sama ingin belajar memperbaiki diri dan hubungan kita kepada Tuhan. Jikalau dari niat pun salah, bagaimana dengan penerapannya ? Oleh karena itu semoga para pembaca bisa berpikir dalam menselaraskan antara niat dan pengaplikasian dalam hidup.  Semoga ini bisa menjadi lading amal jahriyah kita sebagai hamba untuk saling mengingatkan sesamanya

Semoga Bermanfaat.


Komentar