Awal tujuan
ku hijrah adalah karena setelah dewasa pikiranku sudah mulai terbuka dan
mengerti bahwa berhijab itu wajib. Buat apa ? untuk melindungi orangtuaku kelak
di akhirat. Namanya awal hijrah belum semuanya kutahu tentang agama. Dari hijrah
inilah mendorongku untuk lebih dalam mempelajari Islam secara Kaffah.
Namun, dengan berkembangnya zaman yang modern ini. Sudut
pandangku melihat sebagian wanita melakukan hijrah bukan semata-mata karena
Tuhan. Melainkan ada tujuan lain dari hijrah mereka tersebut. Hal ini sampai
menjadi pertanyaan besar dalam pikiranku. Lantas apa yang ada dalam benak
mereka ketika memutuskan untuk berhijrah ? Disinilah pertanyaanku mencuap, bisa
jadi ada beberapa faktor yang memanggil mereka untuk hijrah, yaitu :
First, hijrah karena
ikut-ikutan. Dianggap menjadi trend, orang ramai-ramai berhijrah. Gaya
berpakaian, cara berbicara, dan gesture mereka lebih agamis. Hijrah seolah
telah menjadi lifestyle, bukan semata panggilan Tuhan. Motif ini berbahaya.
Bayangkan, misalnya hijrah sudah tidak populer lagi. Bisa-bisa para pelakunya
kembali seperti dulu. Dan apabila itu
terjadi maka benar-benar menandakan sudah dekatnya akhir zaman.
Second, hijrah karena paksaan. Ini juga berbahaya.
Contohnya, orang yang mengaku sudah berhijrah lalu seenaknya memaksa orang lain
untuk berhijrah seperti dirinya. Hijrah bukan paksaan, tapi panggilan hati.
Anggaplah hijrah sebagai pemurnian. Mereka yang melakukan pemaksaan menganggap
dirinya lebih baik. Namun , ada hal yang tidak bisa dipungkiri bahwasanya
adanya beberapa pendapat mengatakan dengan paksaan-paksaan tersebut dapat
berubah menjadi keikhlasan. Yang pada intinya hijrah itu memang benar-benar
tulus dari dalam hati jiwa seseorang bukan karena paksaan.
And the last, hijrah demi mencari pujian. Nah, ini lebih
parah lagi. Sudah jelas kemurniannya dirusak. Banyak orang berhijrah hanya agar
dirinya dianggap baik, alim, agamis, dan layak diperhitungkan. Hijrah untuk
mencari pujian, sama saja jual-beli dengan Tuhan. Karena hijrah adalah proses
dimana nurani manusia lebih didekatkan kepada Sang Pencipta. Bukan untuk sebuah
permainan duniawi yang mengundang banyak fitnah
Oke millens. Tujuanku
untuk menulis ini tidak lain dan tidak bukan ingin mencurahkan sedikit
kegundahan dan kekesalan yang selalu datang dalam perasaanku. Dengan sikap dan
tingkah laku sebagian para kaum hawa diluar sana. Dengan menulis ini pun, bukan
berarti penulis lebih baik. Kita masih sama-sama ingin belajar memperbaiki diri
dan hubungan kita kepada Tuhan. Jikalau dari niat pun salah, bagaimana dengan
penerapannya ? Oleh karena itu semoga para pembaca bisa berpikir dalam
menselaraskan antara niat dan pengaplikasian dalam hidup. Semoga ini bisa menjadi lading amal jahriyah
kita sebagai hamba untuk saling mengingatkan sesamanya
Semoga Bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar